Tidak dapat disangkal bahwa stres merupakan masalah krusial di dunia modern sekarang ini, dan bisa muncul dalam kehidupan seseorang dari segala arah. Termasuk dari cara paling sederhana, seperti terjebak dalam kemacetan jalan raya saat sedang terburu-buru pergi ke kantor.
Stres adalah ketegangan emosional dan fisik yang
disebabkan oleh tanggapan kita terhadap tekanan dari dunia luar. Secara umum,
orang bisa mengalami stres dari faktor eksternal atau internal, yaitu:
·
Stres eksternal, muncul dari kondisi
lingkungan yang kurang baik seperti suhu panas dan dingin. Atau stres akibat
kondisi lingkungan hidup seperti kondisi kerja yang buruk atau kehidupan yang
berantakan.
·
Stres internal, juga bisa berasal dari
kondisi fisik seperti infeksi, radang dan penyakit lain. Atau kondisi
psikologis seperti rasa khawatir tentang kecelakaan, phobia terhadap sesuatu.
Rutinitas padat membuat waktu seakan semakin singkat.
Dalam waktu sekejap kita dituntut sudah mampu mengirim dan membalas email,
membuat kopi, membuat snack, menerima telepon, dan lainnya. Situasi ini
menyebabkan tekanan mental dan berdampak buruk pada kesehatan, terutama
kesehatan jantung Anda.
Stres dan Penyakit Jantung
Stres dan penyakit jantung memiliki hubungan erat di
samping banyak faktor lainnya seperti obesitas dan kebiasaan merokok. Hal ini
menuntut Anda untuk lebih sering memperhatikan kondisi kesehatan. Sebenarnya
para peneliti medis tidak tahu persis bagaimana stres bisa meningkatkan risiko
penyakit jantung. Stres mungkin memicu berbagai faktor resiko seperti
kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi. Sebagai contoh, saat stres tekanan
darah Anda naik, Anda melampiaskannya dengan makan berlebihan, minum alkohol,
dan merokok. Hal inilah yang kemudian memicu serangan jantung.
Gejala Stres
Stres bukannya tanpa gejala, berikut ini beberapa
gejala yang umumnya dialami orang yang terkena stres:
·
Insomnia
·
Sembelit, diare, sakit perut
·
Sakit kepala
·
Kelelahan
·
Depresi
·
Mudah marah
·
Nafsu makan tidak teratur
·
Merokok atau minum lebih dari biasanya
·
Mengucilkan diri.
Dampak Stres Pada Tubuh
Stres menyebabkan kelenjar hipotalamus melepaskan
hormon adrenalin dan kortisol melalui kelenjar adrenal. Hormon-hormon ini
menyebabkan reaksi metabolisme tertentu sehingga tubuh berekasi untuk
menghadapi sebuah situasi yang penuh tekanan dan tantangan. Reaksi ini meliputi
peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah, dan peningkatan produksi
glukosa untuk meningkatkan pasokan energi serta menonaktifkan sementara sistem
kekebalan tubuh dan sistem pencernaan.
Bentuk Stres Dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut ini adalah beberapa bentuk stres yang sering
umum terjadi:
1. Stres Akibat Kondisi Keuangan
Kondisi keuangan yang tidak stabil adalah salah satu penyebab stres yang paling umum dan paling sulit disembuhkan. Alasan kondisi ini sulit disembuhkan adalah karena kebanyakan orang hanya fokus pada masalah keuangannya secara terus menerus, tetapi bukan pada bagaimana cara mereka keluar dari masalah. Hindari hutang piutang dan gaya hidup mewah, sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Hidup sederhana tetapi bahagia akan lebih menyenangkan daripada hidup mewah tetapi banyak masalah.
Kondisi keuangan yang tidak stabil adalah salah satu penyebab stres yang paling umum dan paling sulit disembuhkan. Alasan kondisi ini sulit disembuhkan adalah karena kebanyakan orang hanya fokus pada masalah keuangannya secara terus menerus, tetapi bukan pada bagaimana cara mereka keluar dari masalah. Hindari hutang piutang dan gaya hidup mewah, sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Hidup sederhana tetapi bahagia akan lebih menyenangkan daripada hidup mewah tetapi banyak masalah.
2. Stres Di Kantor
Stres di kantor dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari gaji yang tidak sepadan dengan tanggung jawab pekerjaan, lingkungan kerja yang tidak kondusif, konflik dengan rekan kerja dan pimpinan, rasa khawatir terkena PHK, dan masih banyak lagi.
Stres di kantor dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari gaji yang tidak sepadan dengan tanggung jawab pekerjaan, lingkungan kerja yang tidak kondusif, konflik dengan rekan kerja dan pimpinan, rasa khawatir terkena PHK, dan masih banyak lagi.
Stres di kantor pada umumnya karena tuntutan kerja
yang bukan kepalang banyaknya dengan deadline yang sangat sempit. Selain
menguras energi, hal ini juga menguras emosi. Kondisi fisik dan mental Anda
akan mengalami penurunan. Ambil cuti jika Anda memang tidak mampu lagi
menghadapi rutinitas, hal ini akan membuat Anda melepas penat dan lebih fresh.
3. Sakit Kepala Akibat Stres
Sakit kepala akibat stres merupakan hal yang sering dialami orang. Kita sering melihat orang yang memegang kepala, termenung, terkadang memukul kepalanya sendiri sebagai bentuk reaksi terhadap stres. Sakit kepala akibat stres umumnya dimulai dengan munculnya ketegangan di sekitar leher dan bahu yang kemudian menyerang kepala secara keseluruhan, dan puncaknya akan terasa di belakang mata.
Sakit kepala akibat stres merupakan hal yang sering dialami orang. Kita sering melihat orang yang memegang kepala, termenung, terkadang memukul kepalanya sendiri sebagai bentuk reaksi terhadap stres. Sakit kepala akibat stres umumnya dimulai dengan munculnya ketegangan di sekitar leher dan bahu yang kemudian menyerang kepala secara keseluruhan, dan puncaknya akan terasa di belakang mata.
4. Bahaya Stres Berkepanjangan
Reaksi stres yang berkepanjangan akan menganggu sistem kardiovaskular. Tingkat adrenalin yang tinggi akan menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meninggi. Jantung dan pembuluh darah pun bekerja keras untuk bersaing dengan tingkat stres. Inilah faktor utama yang meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.
Reaksi stres yang berkepanjangan akan menganggu sistem kardiovaskular. Tingkat adrenalin yang tinggi akan menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meninggi. Jantung dan pembuluh darah pun bekerja keras untuk bersaing dengan tingkat stres. Inilah faktor utama yang meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.
Sementara itu, peningkatan kadar kortisol yang
berkepanjangan mengakibatkan kadar gula darah tinggi yang berakhir dengan
diabetes. Perlu diketahui bahwa diabetes juga merupakan salah satu pemicu utama
resiko penyakit jantung dan stroke.
Cara Mengurangi Stres
Stres memang menjengkelkan bukan? Sangat penting bagi
Anda untuk menemukan metode yang tepat untuk mengurangi atau bahkan mengatasi
stress. Cobalah saran-saran berikut ini untuk mengurangi stres Anda:
·
Tidur yang cukup (sekitar 7-8 jam)
·
Hindari kebiasaan yang tidak sehat;
merokok, minum alhokol terlalu banyak, dan makan berlebihan
·
Hindari penyebab stres dalam hidup Anda.
Mungkin dengan menolak untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan
·
Olahraga, meditasi dan yoga adalah solusi yang
menyehatkan untuk mengatasi stres
·
Tanamkan pikiran positif dan dekatkan diri
kepada Tuhan YME
Jadi, mulailah berpikir tenang dan singkirkan stres
Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar